TEZA
Tessa & Reza
Pagi ini koridor sekolah nampak ramai oleh hilir mudik para siswa. Dari siswa yang sedang berbincang dengan teman sekelompoknya, Siswa yang sibuk mencari kelasnya, sampai pada siswa yang malas malasan untuk datang kesekolah, ada pula siswa kelas sepuluh yang celingak celinguk bak orang linlung yang kehilangan arah tujuan hidupnya, oke itu terlalu berlebihan. Mereka siswa kelas sepuluh akan melakukan Masa Orientasi Siswa hari ini dan untuk kelas sebelas dan duabelas mereka memulai kegiatan belajarnya setelah libur kenaikan kemarin.
Dari arah gerbang SMA Pancasila terlihat beberapa siswa yang tampak berlarian untuk masuk ke area sekolah, mereka nampak semangat untuk memulai kegiatan sekolah. Tapi berbeda dengan satu siswi yang tampak sedang menggerutu setelah turun dari motor besar tadi.
"Dimas sialan. Ngasih uang tambahan cuman enam ribu! Satu porsi mie ayam aja gak bakal dapet. Bener bener itu Abang satu, liat aje deh kalo gue udah punya pacar. Gak bakalan lagi gue minta ke lo buat anter jemput. Gue pastiin nanti lo yang bakal butuh sama gue! Sialan, dasar centong nasi, kumis kucing. Arghhttt Dimas setan!" Gerutunya sepanjang jalan kenangan menuju koridor disekolah.
Bagaimana Tessa tidak kesal. Dia harus membelikan Mie ayam baso dengan porsi besar ditambah dengan jus jeruk jika dia mau diantar jemput besok. Yang benar saja, dia hanya diberikan uang dua puluh lima ribu oleh Mamahnya. Itu sangat pas pasan bagi dirinya siswa SMA kelas tiga. Ditambah ini, dia harus menyisikan uangnya untuk jajan sang Kakak. Kutu kupret emang Kakaknya ini.
Tessa berjalan dikoridor kelas sebelas. Kesal yang disebabkan oleh Kakaknya tadi tergantikan oleh rasa senang tak kala melihat dua sahabatnya berada dikoridor jajaran kelas dua belas. Satu diantaranya tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya, sedangkan yang satunya lagi hanya memasang wajah datar. Seminggu liburan kemarin mereka tidak menghabiskan waktu bersama karena sibuk dengan acara keluarganya masing masing.
"Astatang.. Gue kangen lo Tessa... Lo makin cantik aje sih adek ipar! Apa kabarnya Oppa Dimas?" Tanya salah satu temannya dengan rambut yang dikepang satu, dia menyampaikan kepanganya disamping kanan pundaknya.
"Gila, gue juga kangen lo Mil. Abang gue makin lama kadar kekampretanya makin meningkat, bikin gue kesel mulu, anjir kan." Ujar Tessa membalas pelukan erat temannya yang bernama Mila. Mila merupakan salah satu temannya yang paling heboh, dia juga sangat menyukai apapun yang berbau Korea. Dia juga sangat mengidolakan Kakaknya. Padahal apa yang bagus didiri Kakaknya itu, sampai Mila menjadi penggemar beratnya.
"Omay Opah, gue rela deh dibikin kesel Oppa Dimas. Apapun itu asal gue bisa deket sama dia! Ahh bahagianya bisa ketemu adik ipar lagi." ujar Mila setelah melepaskan pelukannya, membuat Tessa terkekeh geli dengan sikap berlebihannya. Tapi sikapnya inilah yang paling dibutuhkan saat suasana sedang sepi.
"Bulu mata Syahrini lebih pantes jadi Kakak ipar gue daripada sama gantungan kunci macam lo!" Ujarnya membuat Mila mengerucutkan bibirnya.
"Lo gak kangen gue Lit?" Tanya Tessa saat melihat salah satu temannya yang hanya diam memperhatikan.
"Lo berdua alay. Gak ketemu satu minggu aja segitunya, risih gue liatnya"
Tessa terkekeh mendengar jawaban yang dilontarkan Lita. "Sirik aja lo tiang listrik. Sini peluk kalo kangen, Jangan malu malu kerbau gitu!" Ujarnya lalu merentangkan tangannya, niat hati ingin memeluk apa daya yang mau dipeluk malah mundur.
"Ogah gue pelukan sama ulet. Yang ada badan gue gatel gatel nanti! Tiang listrik aja masih ada ngapain gue harus meluk lo" ujar Lita bergidik. Temannya yang satu ini memang sulit dan paling ribet.
"Omay Opahh, mulut lo masih sepedas sambel ABC ternyata." ujar Mila membuat Lita mengangkat kedua alisnya.
"Harusnya waktu liburan kita ajak dia ke toko Permen. Biar kalo ngomong ada manis manisnya." Usul Tessa yang diangguki semangat oleh Mila.
"Jangan ke toko permen. Itu kebagusan buat si kanebo kering ini."
"Lo berdua ribet ngurusin hidup gue. Urus tuh mulut lo berdua, jangan sampe hujan lokal kalo lagi ngomong! Jiji gue." Ujar Lita sukses membuat Tessa dan Mila mengeluarkan asap diatas kepalanya.
"Cari batu Mil, gue berhasrat gede buat nimpuk ni kaktus Afrika!" Perintah Tessa dengan mana menatap mendelik kesal ke arah Lita.
"Sepatu gue nih pake!" Usul Mila bersiap akan membuka sepatunya.
"Gue gak perlu itu. Apalagi sepatu bau milik lo. Ogah!"
"Bodo amat Lit bodo. Gue kagak peduli!.. Kita sekelas gak?" Tanya Tessa pada akhirnya, karena dia tau jika debat Isbat ini terus dilanjutkan, maka sampe guru masuk pelajaran pertamapun perdebatan ini tidak akan selesai. 'Harus ada yang menyadarkan, biar semua aman'. Itu selogan mereka jika diantara mereka ada yang khilaf saling mengejek.
Mila memanyunkan bibirnya. "Omay Opah... gue gak tau harus goyang dumang atau nangis bombay. Gue seneng kita sekelas tapi sedih karena harus sekelas sama kanebo kering ini."
"Dih, yang mau sekelas sama lo siapa. Gue pikir lo berdua gak bakal naik kelas. Kaliankan bego!" Ujar Lita santai mengidikan bahunya.
Tessa dan Mila sudah siap untuk menyerang Lita tapi gagal karena Lita langsung nyelonong masuk kedalam kelas XII Ipa 5, yang sudah dipastikan jika itu merupakan kelas mereka.
"Astatang. Gue pengen banget ngebunuh tu anak, kalo gak inget dosa." Pekik Mila dan Tessa bersamaan.
***
Reza memakirkan motor didekat pos satpam. Hanya disitu lahan yang kosong untuk memakirkan motornya. Beruntung dia masih bisa menyimpan motornya didalam sekolah. Jika kesiangan gini biasanya dia akan menyimpan motornya didepan gerbang karena penuh.
"Lo sih Kak. Ngejalanin motor kaya kura kura, lambat. Sepi gini kan parkiran." Gerutu Nadya saat sudah turun dari motor Kakaknya.
"Yang rame pasar, kalo lo lupa." Ujar Reza santai, lalu turun dari motornya.
"Gimana bisa gue jadi anak teladan. Pertama sekolah malah telat kaya gini!"
Reza terkekeh lalu meninggalkan Nadya dengan langkah lebar "Lo anak Mamah Papah bukan anak teladan Nad, pikun lo akut ternyata." Ujar Reza semakin membuat Nadya kesal.
"Anterin gue ke kelas sepuluh Kak! Gue gak tau." Pinta Nadya menyusul langkah Reza.
"Males. Nyari kelas sendiri aja gue belom."
Nadya menghentak hentakan kakinya kesal "Terus gue gimana monyet Asia?"
"Ya lo tinggak tanya Pak Satpam sono! Minta dia buat anterin." tunjuk Reza oleh dagunya kepada Pak satpam yang berkumis tebal.
"Dihh ogahh. Kagak percaya gue, satpam itu bisa nunjukin ke jalan yang bener."
Reza mengacak rambut adiknya gemas "Yaudah lo tanya kepsek atau guru yang ada disini. Lebih bagus kalo lo nanya Tuhan, dia tau semua jalan yang benar!" Ujarnya lalu berbelok menuju koridor kelas dua belas. Meninggalkan Nadya yang mendengus kesal merapalkan do'a agar Kakaknya itu terkena sial.
***
Dijam istirahat pertama kantin sangat ramai oleh gelak tawa dan para siswa yang sibuk mengobrol, juga suara bising yang disebabkan dari pertemuan antara sendok dengan mangkuk atau piring.
Dimeja kantin dekat kedai Batagor dan cilok suara gelak tawa terdengar nyaring dari ketiga siswa yang menertawakan temannya yang keselek Cilok.
"Anjing, kasih gue minum bego! Gue sumpahin itu baso pada nyangkut dijakun lo bertiga." Ujar Reza kesal kepada ketiga temannya. Dia daritadi kesusahan bernafas dan berbicara karena cilok yang tiba tiba masuk kedalam tenggorokannya sebelum dikunyah oleh giginya.
"Amit amitt, liat lo yang keselek aja udah ngakak. Gimana mau liat Rey keselek! Leher aja dia gak punya." Ujar Adit dengan ciri khas rambut ikalnya.
"Leher Jerapah lebih indah daripada leher lo." Zuki, temannya yang berambut agak pirang dengan kulit paling putih diantara temannya yang lain, dia juga memiliki wajah paling tampan diantara mereka berempat.
"Bokap gue punya kenalan dokter hewan. Lo mau gak leher lo dibikin kaya Jerapah Rey?" Ujar Reza kembali mengundang tawa teman temannya, kecuali Reyhan yang tampak kesal.
"Kalian mau leher kaya gue? Gue tau leher gue unik. Jangan muji berlebihan gitu, nanti gue banyak senyum terus berakhir diabetes. Lo bertiga mau nanggung?" Ujar Reyhan yang memiliki badan paling besar diantara teman Reza yang lainnya, bahkan lehernya saja tidak terlihat karena gendut yang berlebihan.
"Gak nafsu gue sama leher lo! Leher Bu Tita lebih menggoda daripada leher lo badut ulangtaun!" Ujar Zuki yang memang paling brengsek diantara temennya yang lain.
"Engga, menurut gue lebih nafsu liat leher tu cewek. Gila keringetan gitu, bikin naik turun jukun gue." Tunjuk Adit pada ketiga perempuan yang salah satu diantaranya sedang makan bakso dengan tangan yang memegangi rambutnya kebelakang karena gerah dan kepedasan. Ternyata Adit juga termasuk salah satu temannya yang brengsek.
"Anjirr, iyee. Lehernya mulus gitu, keringetnya nambah kesan seksi anjir! Gue gak tahan" timpal Reyhan, teman Reza memang brengsek semua ternyata.
Sedangkan Reza sendiri sama seperti mereka melihat wanita tersebut dengan intens, hanya saja yang ada dikepala Reza bukan imajinasi liar yang teman temanya pada bayangkan. Dia sedang berpikir, bagaimana agar perempuan itu bisa meredakan gerahnya tanpa harus mengangkat rambut dan memperlihatkan leher jenjangnya.
Reza berjalan ke warung nasi untuk meminjam anyaman kipas, lalu dia mengeluarkan dua ikat rambut milik Adiknya dikantung seragam. Setelah diberi pinjam, dia berjalan ke arah siswi yang kegerahan tadi. Untung saja dia bukan anak terkenal disekolahnya, sehingga tidak ada yang memperhatikan kelakukannya yang kurang masuk diakal ini, kecuali ketiga temannya yang memicing curiga.
Dia ingat, bahwa tadi pagi dia mengambil ikat rambut milik Adiknya yang ia masukan ke lengannya saat mandi tadi, sampai dia bawa kesekolah karena lupa. Dia menyimpan kedua ikat rambut Adiknya dikantung seragam saat guru menegurnya untuk membuka jaket dikelas dan dia melihat ikat rambut masih menempel ditangan kirinya tadi.
"Ehh.." Kaget Tessa saat tiba tiba ada orang yang mengambil alih rambut yang sedang dipegangnya secara paksa. Rambutnya dibagi dua lalu diikat oleh orang yang tidak dia ketahui seperti apa wajahnya, dia tidak bisa menengok kebelakang karena kepalanya yang dipegang erat oleh orang yang mengikat rambutnya.
"Omay Opah gantengnya!" Lontar Mila menopang dagu, melihat lelaki yang sedang serius menguncir dua rambut temannya. Rambut Tessa tidak diangkat keatas, hanya dikuncir bawah menutupi leher sebelah kanan dan kirinya.
Oww, cowok ternyata_ Batin Tessa berbicara saat mendengar ucapan yang terlontar dari Mila. Tanpa sadar bibirnya menyunggingkan senyum yang hanya dilihat oleh Lita, karena Mila masih terpesona oleh Lelaki dibelakang Tessa.
"Kalo gerah rambut lo jangan diangkat. Lo cari kipas biar gerahnya cepet reda! Lo gak sayang sama leher lo, jadi tontonan gratis lelaki loreng?" Ujar lelaki dibelakangnya, membisikan kalimat terakhirnya yang membuat Tessa sedikit menegang.
Tessa membalikan badannya lalu melihat lelaki itu yang tersenyum kearahnya. "Mmm.. ma.. makasih" ujarnya tiba tiba gugup saat melihat senyum lelaki tersebut yang tampak menawan dimatanya.
Tessa lalu mengedarkan pandangannya kesegala penjuru kantin dan benar saja beberapa siswa tampak memperhatikannya begitu intens. Dia meringis dalam hati, lalu pandangannya tertubruk pada anyaman kipas yang diulurkan oleh lelaki yang mengikat rambutnya itu.
"Untuk gue?" Tanya Tessa.
"Iya. Itu bukan punya gue, gue minjem. Kalo lo udah selesai dipake tolong kembaliin ke warung nasi disana!" Tunjuk lelaki tersebut pada warung nasi milik Bu Lilis, lalu melangkah menjauhi Tessa, Mila dan Lita yang dibuat cengo oleh sikap gentlenya.
"Omay Opah. KITA BELOM KENALAN WOY!" teriak Mila panik sendiri.
Lelaki itu yang memang belum jauh dari jangkaunya menoleh, dia lalu menyebutkan namanya tanpa suara.
"CEWEK INI NAMANYA TESSA. KALO GUE UDAH PASTI MILA AMELIA DAN SI MUKA KAKU INI NAMANYA KANEBO KERING." teriak Mila tanpa tahu malu. Urat malunya nampaknya putus, entah memang kemaluannya yang terlalu kecil.
Reza, gue harap setelah perkenalan ini akan ada pertemuan selanjutnya_
ujar Tessa dalam batinnya diiringi dengan senyuman yang mengembang
dibibirnya.
*****
ujar Tessa dalam batinnya diiringi dengan senyuman yang mengembang
dibibirnya.
*****
NOTE: INI REAL BIKINAN SENDIRI YA, ADA NAMA TEMAN SEKELAS AKU MILA SAMA LITA DICERITA INI.
TERIMAKASIH. MOHON DIKOMEN YA SAY;)

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusBagus ada tentang sahabatnya, pengenelan karakternya juga bagus
BalasHapusBagus bgt..ceritanya,buat para maniac pacaran recomended deh wkwkw
BalasHapusWihhhh good eki lnjutkn 😉😉😉
BalasHapusAahhhh seruu bacanya kii😍😋 ceritanya panjang bngt, sampe lelah untuk membaca😂
BalasHapusCeritanya seru,bakatnya kembangkan lagi ki semoga jadi penulis handal❤
BalasHapusSemangat kak😂 lanjutin dong ceritanya
BalasHapusSeru ihhhh panjang banget yah itu ceritanya tpi ga bosen baca😂
Semangat kak😂 lanjutin dong ceritanya
BalasHapusSeru ihhhh panjang banget yah itu ceritanya tpi ga bosen baca😂
Lanjut lanjutttt cerpennya gooddd
BalasHapusLanjut lanjutttt cerpennya gooddd
BalasHapusBagian selanjutnya bakalan ada atau tidak? Ada yah seru ceritanya 😇😇😎😎👍👍👍
BalasHapusmoga novelmu segera di terbitkan 😂
BalasHapusCeritanya seru sampai lupa makan keasikan membacanya😂
BalasHapuseki suka ceritanya akan ada lanjutannya ga
BalasHapusSuka ceritanya
BalasHapusKerennnnn bangettttttt kii. Sukaaaaaaa
BalasHapusCeritanya menarik,tata bahasanya juga tidk berbelit.tingkatkan
BalasHapusekii pokonya aku haris belajar sama kamu cara penempatan titil komanya,ajarin yahh,bagusss baget kata katanya,gak terlalu alay🎊
BalasHapusSeru ceritanya eki
BalasHapusGw suka cerita lohh... Bahkan gw sambil ngebayangin nonton cerpen
BalasHapusCerita nya bagus ki,kembangkat terus bakat menulisnya semoga menjadi seorang penulis profesional selain dance:))
BalasHapusCeritanya bagus ku sukaaaa😍
BalasHapusCeritanya bgussss sampe lelah membacanya😄
BalasHapusBagus de ceritanya di tunggu cerita selanjutnya;)
BalasHapusBagus ka ceritanya tingkatkan lagi
BalasHapusCertnya bagus ka��
BalasHapusOke good bnget , lanjut terus buat ceritanya, lancar terus oke , ganbate💪💪
BalasHapusSangat Bagus,tapi pengenalan nama tokoh masih kurang dan terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan EYD
BalasHapuscerita nya lucu dan seru.
BalasHapusdi tunggu karya2 berikut nya:)
Karya nya sangat bagus...
BalasHapusDi tunggu karya yang lainnya.. 😅😅good job
Lanjut kiii😄
BalasHapusKeren Qi...
BalasHapusKeren ki
BalasHapusBagus ki
BalasHapusBagus ki
BalasHapusCeritanya bagus ki,tingkatkan lagi bakatnya jangan di dance mulu:D
BalasHapus재미있는 이야기
BalasHapusMenarik ,tapi masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan EYD diperhalus lagi cara bicara tokohnya ya itu terlalu kasar
BalasHapusCeritanya kurang menarik
BalasHapusWahh..ceritanya sangat menarik ki good job di tunggu next postnya 👍👍👍
BalasHapusCeritanya sudah bagus. Tapi untuk selanjutnya mohon diperjelas lagi penjelasan mengenai alur latar dan suasana ceritanya;)
BalasHapusWatak tokohnya juga mohon diperdalam lagi;)
niceu yeriiin
BalasHapusbagus banget ceritanya, diperjelas lagi ya penggambaran watak tokohnya;)
BalasHapuskeren ceritanya, tapi ada yang salah dalam penulisan EYDnya, mohon lebih teliti lagi oke;)
BalasHapusceritanya kurang menarik, terdapat beberapa kesalahan dalam penyebutan nama. tingkatkan lagi ya say:0
BalasHapusceritanya terlalu banyak bercanda, scine seriusnya kurang. usahakan seimbang antara cerita seius dan bercandanya;)
BalasHapusceritanya bagus baby, diperbanyak lagi ya cerita lawaknya, ngakak. wkwkwk
BalasHapusNgakak sumvah njirrr.. Tapi asa banyak teing joke na :" tapi seruuu. Epilog na ath epilog ~~~
BalasHapusWkwkwkwkkw. Keren keren ngakak abizzz
BalasHapusBagus 👍👍👍lanjutkan
BalasHapusEkiiii ternyata punya bakat yanng lainn nih selain dance ^^ ceritanya serruuuuu❤
BalasHapusCeritanya menarikkkk
BalasHapusCeritanya bagus menarik dan lucu tapi perhatikan cara penulisannya ditunggu karya selanjutnya
BalasHapusCerita nya bagus,tapi terlalu panjang,seharus nya singkat padat dan jelas,karna di zaman now ini orang2 kurang membudidayakan membaca wkwk
BalasHapusDi tunggu ya karya selanjut nya
bagus ceritanya. saya suka terhadap tokoh Tessa DIA TERLIHAT BEGITU MENAWAN DENGAN SIKAPNYA. TINGKATKAN LAGI CARA PENULISAN EYDNYA Sayang. bikin lanjutannya dong say
BalasHapusMasa ngomen sendiri :D
BalasHapus